Hakim24jam.com
Pesisir Selatan, – Sahril, ahli waris tanah pusako di Nagari Nyiur Melambai, Dusun Kampung Baru, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, mengeluarkan peringatan keras kepada tukang dan pekerja yang terlibat dalam pembangunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di lokasi tersebut.
Sahril meminta agar pembangunan MBG dihentikan sementara waktu, sebelum sengketa tanah antara Nurilas dan Ramidas beserta ahli waris terpecahkan. Ia menegaskan bahwa jika terjadi hal yang tidak diinginkan dari anak ponakan kami , dari jauh hari kami sudah ingatkan
“Hentikan pembangunan MBG sebelum ada penyelesaian. Jangan cari masalah dengan kami. Kami sudah peringatkan, tukang dan pekerja jangan lagi melanjutkan pekerjaan sebelum ada penyelesaian,” tegas Sahril.
Sahril juga mengancam akan menuntut hak orang tuanya sampai ke liang kubur, jika pembangunan MBG tetap dilanjutkan. “Walaupun proses hukum, kami akan tuntut hak orang tua kami. Tetap kami lanjut,” ucap Sahril kepada awak media di pantai SJW.
Sahril menjelaskan bahwa ia tidak menghambat berdirinya MBG di tanah pusako,saya mendukung kuat,namun ingin hak-hak ahli waris dihormati. “Kami tidak menghambat berdirinya MBG di tanah pusako kami, tapi yang kami tidak senang menghilangkan hak orang tua kami yang sudah tua, hak Nurilas orang tua kami adalah hak kami sebagai ahli waris,” terang Sahril.
Sahril meminta agar APH Ranah Pesisir memanggil pihak terkait untuk menyelesaikan sengketa ini. “Sebelum terjadi hal hal yang tidak diinginkan,Kami minta APH Ranah Pesisir memanggil pihak Mitra dan pelaksana penanggung jawab MBG , membuktikan apa kata rang shmando tanah ini sudah bersertifikat.
Sahril meminta agar semua pihak menghormati hak-hak kami sebagai ahli waris dan menunggu penyelesaian sengketa sebelum melanjutkan pembangunan,kasus Ini terjadi akibat lalainya Komuni kasi antara ke dua bersaudara (Nurilas kakak) dan (Ramidas)adalah saudara kandung , harusnya pembagian tanah tersebut 50_50% bukan di tinggal begitu saja saudara kandung ,, sekarang kami tau selama ini adek adek saya, mengira kami semua orang bodoh, sampai di mana pun hak kami harus kami dapatkan tutup sayahril dengan kesal.
TimRed







