Hakim24jam.com
Pesiair Selatan – Aksi unjuk rasa terkait informasi viral pembangunan kelenteng di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, batal digelar. Hingga Minggu (27/4/2026) pukul 15.00 WIB, massa yang direncanakan hadir tidak tampak di depan Kantor Bupati Pesisir Selatan. 
Wakapolres Pesisir Selatan memimpin langsung pengamanan bersama Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasi Propam, dan personel Polres Pessel. Aparat telah bersiaga sejak pagi untuk mengawal jalannya orasi Atas Perintah Kapolres Pesisir Selatan AKBP Derry Indra, S.I.K., M.H.
“Kita sudah menunggu sampai jam 15.00 WIB, belum ada juga massa yang datang. Direncanakan aksi demo berubah menjadi audiensi,” ujar Wakapolres Pessel.
Informasi yang dihimpun, aksi tersebut berkaitan dengan isu viral soal bangunan yang disebut menyerupai kelenteng. Bupati Pesisir Selatan disebut tidak pernah mengeluarkan izin mendirikan rumah ibadah, melainkan hanya izin kantor. Namun, investor membangun kantor dengan bentuk menyerupai rumah ibadah kelenteng.
Pihak investor disebut telah menyatakan siap mengubah bentuk bangunan menjadi kantor biasa. Pernyataan itu yang kemudian direspons oleh kelompok masyarakat dengan rencana unjuk rasa.
Pendemo sebelumnya merencanakan menghadirkan sekitar 3.000 orang. Namun, hingga melewati pukul 15.00 WIB, tidak terlihat tanda-tanda kedatangan massa. “Diperkirakan diganti dengan audiensi karena yang datang hanya beberapa orang perwakilan,” kata sumber kepolisian.
Polres Pessel berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Pesisir Selatan tetap kondusif. “Semoga kita semuanya dirahmati dan diberkahi Allah SWT. Amin ya rabbal alamin,” ucap Wakapolres.
#polrespessel#isu#pemdapessel#aksi#tolakkeleteng#wakapolrespessel
#Polriuntukmasyarakat
(Redaksi)







